1.
Saat makan, jika makanannya sedikit, ibu berikan makanan itu pada
anaknya seraya berkata (bohong): “cepat makan nak, ibu tidak lapar”.
2.
Jika ikan/dagingnya kurang, si ibu akan menyerahkan daging itu kepada
anaknya seraya berkata (bohong): “ibu tak suka daging, makanlah nak..!”
3. Tengah malam saat menjaga anaknya yg sakit, ibu berkata (bohong): “tidurlah nak, ibu masih... belum ngantuk”
4.
Ketika anaknya masuk kuliah dan butuh sejumlah uang yang tidak sedikit,
sang ibu menjual kalung kesayangannya satu-satunya dan menyerahkan uang
seraya berkata (bohong) : ”Ini untuk biaya masuk kuliah nak, ibu masih
punya simpanan”.
5. Ketika anaknya sudah bekerja dan mengirim uang
untuk ibunya, Ia berkata (bohong lagi) : “simpanlah untuk keperluanmu
nak, ibu masih punya uang.”
6. Saat anaknya sukses menjemput ibunya
untuk tinggal di rumah besar, ibunya berkata (bohong juga): “ibu lebih
nyaman tinggal di rumah tua dan kecil ini nak, ibu tak ingin
meninggalkan warisan ayahmu satu-satunya ini”.
7. Ketika ibunya
sakit, si anak menangis dan ingin membawanya ke dokter, ibunya berkata
sambil tersenyum(penuh kebohongan): “jangan menangis nak dan tidak perlu
ke dokter, ibu tidak apa-apa.”
Oh…ibu, KEBOHONGANMU ADALAH CURAHAN KASIH SAYANGMU YANG AMAT BESAR.
Ya
Allah, aku tidak sanggup membalas kebaikan dan kasih sayang ibuku, maka
balaslah ia dengan kasih sayangMu, karena Engkau Maha Pengasih dan
Penyayang.
(Dari sahabatku, pak Ridwan, Guru SMAN 61 Jakarta [dan eks Guru SMAN MH Thamrin Jakarta]).http://fey2009.blogspot.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar